Terlukis di bibir mu
Tak pernah ku lihat senyum mu
Sebegitu
Pudar kah sudah cinta yang ku beri
Berwarna warni segala
Yang dijanjikan ia
Usah biarku bersendirian
Usah biar hati mu di tawan
Usah biar diri ku di sini
Seorang menunggu tanpa teman
Usah lepas genggaman tangan mu
Usah biar semua berlalu
Usah terlupa perasaan hati
Pertama kali kita bertemu
Usah lepaskan
Tak mudah ku melupa segala yang berlalu
Ku ingin selalu bersama mu
Usah biarku bersendirian
Usah biar hati mu di tawan
Usah biar diri ku di sini
Seorang menunggu tanpa teman
Ku tak peduli apa sebabnya
Engkau dan dia harus bersama
Mendungnya langit bila berkata
Kita patutnya masih bercinta
Usah lepaskan
Usah lepaskan
Usah biar hati mu di tawan
Usah biar diri ku di sini
Seorang menunggu tanpa teman
Ku tak peduli apa sebabnya
Engkau dan dia harus bersama
Mendungnya langit bila berkata
Kita patutnya masih bercinta
Usah lepaskan
Usah lepaskan
I love this song. That's all.
ouh, aku teringat, aku pernah sukakan nama Naqibah Nazmal untuk jadi nama pena aku. ermm.. I wonder kat mana abang Fadhil sekarang. i just wanna thank him for good memories masa Perkampungan Penulis Muda dulu. haha. aku pernah cakap aku nak guna nama pena ni kat dia. now, i don't know whether it will be accomplished or not.
Luqman Al - Hakim.
Rabiatul Insyirah.
Iskandal Zulkarnain.
I'm considering Rabiatul Adawiyah too.. but it still 50-50.
these name are for my children some day. okay tak?
err...
for my future husband, lau you all dah ada nama yang you all nak, you all mesti ambik all of this name first into your list. hahaha... selfish betul.
No comments:
Post a Comment